I’JAZUL QUR’AN
I’JAZUL QUR’AN
Diajukan untuk Melengkapi Tugas Perkuliahan Mata Ulumul Qur’an. Dipresentasikan Pada Tanggal
21 November 2017.
OLEH
KELOMPOK X :
SITI
HAJAR HASIBUAN 16 302 00042
SYAHLIA NUR RANGKUTI 16 302 00049
Dosen
Pembimbing:
ZILFARONI, M.A
![]() |
FAKULTAS DAKWAH
DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI
(IAIN) PADANGSIDIMPUAN
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Kepada nabi dan rosul Allah
memberikan wahyu dan dikuatkan dengan bukti-bukti yang manusia biasa tidak
dapat lakukan. Bukti-bukti tersebut adalah mukjizat untuk membuktikan kebenaran
agama yang dibawa utusan-Nya dan menambah ke imanan para muslimin.
Al-Qur’an adalah
kitab suci yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara
malaikat jibril dan merupakan pedoman hidup manusia karena didalamnya terdapat
berbagai petunjuk untuk seluruh umat manusia yaitu persoalan-persoalan akidah,
syariah dan akhlak. Allah memerintahkan pula kepada umat manusia untuk
mempelajari dan memperhatikan Al-Qur’an.
Al-Qur’an dijamin dan dipelihara oleh Allah,
sehingga banyak orang-orang kafir berupaya membuat seperti Al-Qur’an tetapi
mereka selalu gagal menandinginya. Ini membuktikan salah satu kemukjitan Al-Qur’an
apalagi bila kita kaji lebih dalam, begitu banyak kemukjitan didalam Al-Qur’an.
Sehinggga pemakalah akan menjelaskan beberapa kemukjitan didalam Al-Qur’an,mengenai
pengertian mukjizat, macam-macam, segi-segi kemukjitan, peranan i’jaz Al-Qur’an
dalam pemahaman Al-Qur’an dan penyampaian risalah serta hubungan Al-Qur’an
dengan ilmu pengetahuan dan teknologi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian I’jaz Al-Qur’an
Kata I’jaz terambil dari bahasa arab,
berasal dari kata اعجز yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak
mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamai
mu’jiz (معجز)
dan Tambahan (ة)
pada akhir kata معجزة mengandung makna mubalaghah [superlatif].
Dengan demikian kata mukjizat itu berarti kemampuan untuk melemahkan yang di
miliki sesuatu itu sangat tinggi karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa
yang dikehendaki -Nyal [M. Quraish Shihab, 2001;23; Abu Zahra al-Najib,
1991;17].[1]
Kata Mukjizat dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia diartikan sebagai “kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan
akal manusia”. Pengertian itu tidak sama dengan pengertian kata tersebut dalam
istilah agama Islam.[2]
Secara Istilah Manna
al-Qathan menjelaskan[3]
اْظهارصد ق
النبي في دعوي الرسا لة با ظها ر عجز العرب عن معا رضته في معجزته الخا لدة وهي
القران و عجزالا جيال بعدهم
Artinya :
Memperlihatkan kebenaran nabi dalam pengakuannya kerasulannya dengan cara
membuktikan kelemahan orang arab dan generasi sesudahnya untuk menandingi
kemukjizatan Al-Qur’an.
I’jaz
dalam pembicaraan ini ialah menampakan kebenaran Nabi dalam pengakuannya
sebagai seorang Rosul dengan menampakan kelemahan orang Arab untuk menghadapi
mukjizatnya yang abadi, yaitu Qur’an, dan kelemahan generasi-generasi sesudah
mereka. Dan mukjizat adalah sesuatu hal yang luar biasa yang disertai tantangan
dalam selamat dari perlawanan. Al-qur’an digunakan Nabi untuk menantang
orang-orang Arab tetapi tidak sanggup menghadapinya, padahal mereka sedemikian
tinggi tingkat fasahah dan balagah-nya, karena Qur’an adalah
mu’jizat.[4]
Dari
pengertian di diatas dapat dipahami bahwa bangsa arab dahulu meragukan
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW sehingga orang-orang kafir
berusaha menandingi Al-Qur’an dengan membuat seperti Al-Qur’an walaupun satu ayat. Ternyata penyair yang
terkenal sekalipun tidak bisa menandingi
kemukjizatan Al-Qur’an. Allah memberikan kemukjizatan kepada para nabi dan
rosul.
Kelemahan bukan berarti bahwa Al-Qur’an
memiliki suatu kekuatan sehingga orang yang ingin menandinginya kehilangan
kekuatan atau kemampuan. Maksudnya, Al-Qur’an membuat orang kafir menyadari
ketidaksanggupan mereka untuk menandingi Al-Qur’an[5].
Karena itu, Al-Qur’an benar-benar ijaz (melemahkan manusia) tidak ada seorang
pun yang mampu menandinginya dan Al-Qur’an merupakan mukjizat yang abadi.
Keutamaan mukjizat Al-Qur’an bukan hanya ditunjukan kepada bangsa arab
melainkan diperuntukkan kepada seluruh manusia.
Rasululloh
meminta orang Arab menandingi Qur’an dengan tahapan:
1. Menantang mereka dengan seluruh Qur’an.
2. Menantang mereka dengan sepuluh surah saja dari
Qur’an.
3. Menantang mereka dengan satu surah saja dari
Qur’an..
B. Macam-macam Mukjizat
Mukjizat ada dua macam yaitu bersifat indrawi dan
rasional
1.
Mukjizat bersifat indrawi merupakan mukjizat
yang dapat ditangkap indra manusia, bisa dirasakan, bisa dilihat mata,bisa
didengar telinga bebrbagai mukjizat yang dibawa nabi terdahulu dan yang
disebutkan didalam Al-Qur’an, seperti tongkat nabi Musa, nabi Sulaiman yang
bisa mengerti bahasa burung dan segala hewan, nabi Isa yang bisa menyembuhkan
orang buta dan menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.[6]
Dimaksudkan untuk
membuat pandangan mata terpana dan membuat kepala tertunduk, karena mereka
kagum melihat hal-hal material yang diluar kebiasaan dan mukjizat bersifat
indrawi ini berhenti seiring dengan berhentinya waktu kejadiannya.
2.
Mukjizat bersifat rasional memiliki unsur
sastra dan akal, yaitu mukjizat yang hanya dapat dimengerti oleh orang-orang
yang mau menggunakan akalnya (M. Quraish Shihab, 2001:36).[7]
Al-Qur’an merupakan
mukjizat paling besar yang hanya diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Mukjizat
ini terus berlangsung menurut apa yang dikehendaki Allah. Mengingat nabi
Muhammad SAW merupakan penutup semua risalah, maka Allah menguatkannya dengan
mukjizat yaitu Al-Qur’an yang kekal dan bersifat universal.
C. Segi-segi kemukjitan Al-Qur’an.
Dimaksud segi-segi ijaz Al-Qur’an ialah
hal-hal yang ada pada Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah
benar-benar wahyu Allah.
Menurut Quraish
Shihab segi-segi kemukjizatan Al-Qur’an,yaitu
1.
Segi Kebahasaan
1)
Susunan kata dan kalimat Al-Qur’an
Susunan kata yang indah dan ketelitian
redaksi Al-Qur’an membuktikan tidak ada
yang mampu menandingi keindahan bahasanya, dari sini kita dapat mengatakan
bahwa keunikan Al-Qur’an dari segi bahasa merupakan kemukjizatan utama yang
ditunjukkan kepada masyarakat arab dan bahkan dapat melemahkan manusia yang
mendengarkannya sehingga banyak orang yang masuk islam setelah mendengar bacaan
Al-Qur’an.
Beberapa hal yang berkaitan dengan susunan
kata dan kalimatnya, antara lain, menyangkut:
a.
Nada dan langgamnya[8]
Jika kita mendengar
ayat-ayat Al-Qur’an di bacakan maka hal pertama yang akan terasa di telingga
kita adalah nada dan langgamnya. Hal ini disebabkan oleh huruf dari kata–kata
yang dipilih melahirkan keserasiaan bunyi dan kemudian kumpulan kata-kata itu
melahirkan pula keserasian irama dalam rangkaian kalimat ayat-ayatnya.
Bacalah Surah An-Naziat
(79): 1-14
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1) وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا (2) وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا (3) فَالسَّابِقاتِ سَبْقًا (4)
فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا (5). (النازعات : 1-5)
Kemudian begitu
pendengaran mulai terbiasa dengan nada dan langam ini, Al-Qur’an mengubah nada
dan langgamnya. Dengarkanlah lanjutan ayat tersebut
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ (6) تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (7) قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ (8) أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ (9) يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ (10) أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً (11) قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ (12) فَإِنَّمَاِهيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ (13) فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ (14). (النازعات :6-14)
Setelah itu dilanjutkannya
dengan mengubah nada dan langgamnya hingga surah itu berakhir.
b.
Singkat dan padat
Al-Qur’an memiliki
keistimewaan bahwa kata dan kalimatnya yang singkat tetapi sarat makna
c.
Mudah
memahami ayat Al-Qur’an dan di ambil pelajarannya
d.
Memuaskan Akal dan jiwa
Manusia memiliki daya
pikir untuk memberikan argumentasi guna mendukung pandangannya, sedangkan daya
kalbu mengantarkannya untuk mengekspresikan keindahan dan mengembangkan
imajinasi.
Contoh: bagaimana
perintah berbuat baik kepada kedua orangtua dibarengi dengan argument logika
yang dimulai dengan mengingat sang anak tentang supaya payah ibu mengandung,
melahirkan dan menyusukan anaknya.
Selanjutnya perintah
tersebut dikaitkan dengan sentuhan batin yakni mengingatkan manusia bahwa
seseorang yang telah dewasa pasti mengharapkan anak-anaknya dapat berbakti. [9]
e.
Keindahan dan ketepatan maknanya
Tidak mudah menjelaskan
keindahan bahasa Al-Qur’an bagi yang tidak memiliki pengetahuan tentang tata
bahasanya, namun kalau kita membaca atau mendengar bacaan Al-Qur’an akan terasa
nyaman dan menyentuh hati.
Dan ketepatan maknanya
bisa kita menganalisis[10]
QS. Al-Baqarah (2): 91
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Apabila dikatakan
kepada mereka (orang-orang yahudi),, “percayalah apa yang diturunkan Allah,”
mereka menjawab, “kami hanya percaya dengan apa yang diturunkan kepada kani.”
Mereka mengkufuri apa yang datang sesudahnya, padahal ia membenarkan menyangkut
apa yang ada pada (di tangan) mereka. Katakanlah, “Kalau demikian, mengapa kamu
membunuh nabi-nabi Allah sebelum ini, kalau kamu memang percaya?”
Kandungan ayat diatas
mencangkup tiga hal pokok:
Pertama, pernyataan آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ (percayalah kepada apa yang diturunkan Allah)
merupakan nasihat kepada orang yahudi unuk percaya kepada Allah.
Kedua,
jawaban mereka نُؤْمِنُ بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا (kami
percaya dengan apa yang diturunkan kepada kami) yang merupakan jawaban mereka
mengandung dua maksud utama
Nasihat
tersebut bermaksud menyatakan, percayalah kepada Al-Qur’an sebagaiman kalian
percaya kepada Taurat. Bukankah kalian percaya kepada kitab Taurat yang dibawa
Musa a.s. karena kitab Taurat diturunkan oleh Allah.kalimat diatas singkat tapi mengandung makna yang padat.
Kalimat ini menyebut alasan keharusan mempercayainya kerana Al-Qur’an
diturunkan oleh Allah dan jawaban mereka mengndung makna bahwa kepercayaan
mereka kepada Taurat bukan saja disebabkan karena ia diturunkan Allah tetapi
juga karena ia diturunkan untuk kami.
Ketiga,
merupakan tangkisan terhadap kedua jawaban itu وَهُوَ الْحَقُّ penggalan ayat ini menyatakan “Bagaimanamungkin kepercayaan
mereka kepada Taurat mengantarkan mereka menolak Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an
adalah sesuatu yang hak, bahkan dialah kebenaran mutlak. Sehingga kepercayaan
mereka kepada salah satunya mengakibatkan kekufuran mereka[11]
2)
Keseimbangan
Redaksi Al-Qur’an
Rasysad khalifah memulai pembuktian idenya tersebut dengan
kata basmalah yang terdiri dari 19 huruf. بسم الله الرحمن الرحيم yang terdapat dalam Al-Qur’an. Tidak terlebih
dan atau berkurang satu hruf pun dari kata-kata yang digunakan oleh Al-Qur’an
kesemuanya habis terbagi oleh angka 19, perinciannya adalah sebagai berikut:[12]
a) Ism (اسم) dalam Al-Qur’an sebanyak 19 kali
b) Allah ( الله)sebanyak 2.698 kali
yang merupakan perkalian 142 x19
c) Ar-Rahman الرحمن)) sebanyak 57 kali = 3 x 19
d) Ar-Rahim الرحيم)) sebanyak 114 = 6 x 19
Dari sini kemudian ia
beralih pada keseimbangan-keseimbangan yang lain,seperti:[13]
a) keseimbangan antara
jumlah bilangan kata dengan antonimya
الحياة (
kehidupan) dan الموت )
kematian) masing masing sebanyak 145
kali
النفع(an-naf’/
manfaat) dan ) الفسادal-fasad/kerusakan)
masing-masing sebanyak 50 kali
b) Keseimbangan antara
jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya
الانفاق (
al-infaq/ menafkahkan) dan الرضا (
ar-ridha/ kerelaan) masing-masing sebanyak 73 kali
الكافرون
(al-kafirun/ orang-orang kafir) dan النار
(an-nar/ neraka) masing-masing sebanyak 154 kali
c) Keseimbangan antara
jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya
الاسراف (al-israf/ pemborosan) dan السرعة
(as-sur’at/ ketergesa-gesaan) masimg-masing sebanyak 23 kali
2. Adanya berita –berita
ghaib dalam Al-Qur’an
Ghaib
adalah sesuatu yang tidak diketahui, tidak nyata atau tersembunyi. Al-Qur’an
mengungkap sekian banyak hal ghaib meliputi
berita ghaib dari masa lalu, masa kini ataupun masa yang akan datang.
Contoh dalam Al-Qur’an
menceritakan hal-hal yang akan datang. Yakni, hal-hal yang pada waktu itu belum
terjadi, tetapi kemudian terjadi terdapat dalam QS. Ar-Rum (30): 1- 4
الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4). ( الروم : 1-4)
Artinya: Alif Laam Miim
(1) Telah dikalahkan bangsa Romawi (2) Di negeri yang terdekat, dan mereka
sesudah dikalahkan itu akan menang (3) dalam beberapa tahun lagi bagi Allah-lah
segشla urusan sebelum dan sesudah(mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah
orang-orang yang beriman (4). (QS. Ar-Rum 1-4)
Sejarawan menginformasikan bahwa
tahun 61 H terjadi peperangan antara Romawi dan Persia. Ketika itu bangsa
romawi kalah atas Persia. Dalam ayat ke
tiga disebutkan bangsa romawi akan menang terhadap bangsa persia, setelah dikalahkan.
Ternyata pemberitaan itu benar-benar terjadi dan pada tahun 622 M terjadi lagi
peperangan antara keduanya dan pada peperangan ini dimenangkan oleh Romawi.[14]
3. Isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan oleh
Allah yang meengetahui segala rahasia dan hukum-hukumnya, bahkan dia juga yang
menciptakan rahasia-rahasia dan
hukum-hukumnya. Didalam Al-Qur’an terdapat penjelasan yang berkaitan dengan
ilmu pengetahuan dalam redaksi yang singkat dan sarat makna
Contoh
ayat yang mengisyrakatkan peranan sperma dalam menentukan jenis kelamin
anak.[15]
adalah firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah (2) : 223
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُواْ حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ ..... (البقرة: 223)
Artinya” Istri-istrimu
adalah ladang bagimu,maka datangilah ladangmu bagaimana kau kehendaki……
Penjelasannya: Apabila petani menanam tomat
di ladangnya, maka jangan harapkan yang tumbuh adalah buah selain tomat
diladangnya, karena ladang hanya menerima benih. ini berarti yang menentukan
jenis tanaman berbuah adalah petani bukan ladangnya. Jika demikian bukan wanita yang menentukan jenis kelamin
anak, tetapi yang menentukan adalah benih yang “ditanam” ayah di dalam rahim.
4. Kemukjizatan Tasyri’
Allah meletakkan dalam diri
manusia banyak garizah (naluri, insting) yang bekerja didalam jiwa dalam
mempengaruhi hidupnya. Manusia pada dasarnya makhluk sosial, maka setiap
masyarakat manusia harus mempunyai sistem yang mengatur kendalinya dan dapat
mewujudkan keadilan di antara individu-individunya. Sistem dan tasyri’ (
perundang-undangan) yang bertujuan tercapainya kebahagiaan invidu di dalam
masyarakat yang utama. Namun tidak satu pun satu dari padanya yang mencapai
keindahan dan kebesaran seperti yang dicapai Qur’an dalam kemukjizatan
tasyri’-nya. Qur’an menetapkan juga hukum mengenai hubungan interaksi
D. Peranan i’jaz Al-Qur’an dalam pemahaman Al-Qur’an
dan penyampaian Risalah
Dari pengertian diatas maka dapat kita
ketahui peranan ijaz Al-Qur’an adalah
1. Membuktikan kebenaran
nabi Muhammad adalah benar-benar utusan Allah dan penyampai risalah
2. Membuktikan Al-Qur’an adalah benar-benar wahyu Allah
3. Memperkuat keimanan
keimanan serta menambah keyakinan akan kekuasaan Allah
4. Petunjuk bagi umat
manusia
5. Kitab untuk semua zaman
6. Menunjukkan kelemahan
mutu sastra manusia
7. Semakin memperkaya
khazhanah keilmuan yaitu ilmu umum dan
ilmu agama
E. Hubungan Al-Qur’an
dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dalam
segi isyarat ilmiah telah
dijelaska, Berbagai ayat atau pun
penggalan-pengalan ayat Al-Qur’an membicarakan masalah yang berkaitan dengan
sains dalam redaksi yang singkat dan sarat makna. dSalah satu ciri yang
membedakan Islam dengan yang lainnya adalah Al-Qur’an dan al- Sunnah mengajak
kaum muslimin untuk mencari ilmu serta
menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.
Al-Suyuti
di dalam bukunya Al-Ithqan fi ‘Ulum Al-Qur’an, beliau berpendapat
bahwa Al-Qur’an mencangkup seluruh Ilmu-ilmu:[16]
“Ia berpendapat bahwa Al-Qur’an
mengandung seluruh ilmu pengetahuan dan kitab Allah itu mencangkup segala
sesuatu, tidak ada bagian atau problem dasar suatu ilmu pun tidak ditunjukkan
dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an seseorang dapat menemukan aspek-aspek
menakjubkan pada penciptaan langit dan bumi.”
Para
ulama terdahulu memandang Al-Qur’an
sebagai sumber sagala ilmu itu lahir dari keyakinan terhadap
komprehensifnya Al-Qur’an. Tetapi ulama sekarang, di samping meyakini
hal ini,lebih menekankan pembuktian akan keajaiban Al-Qur’an dalam
bidang
keilmuan.[17]
Didalam Al-Qur’an terlebih dahulu ditemukan
teori-teori ilmu pengetahuan sebelum ditemukan oleh teori-teori ilmu
pengetahuan modern. Teori Al-Qur’an sama sekali tidak bertentangan dengan teori
ilmu pengetahuan modern. hal ini sudah diakui sacara luas, termasuk oleh
kalangan ilmuwan barat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
berdiri atas sumbangan ilmuwan –ilmuwan muslim.
Contoh kejadian alam semesta Al-Qur’an juga
mengisyaratkan bahwa langit dan bumi tadinya satu gumpalan melalui Firman-Nya
QS. Al-Anbiya (21): 30
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ. (الانبياء: 30)
Artinya Tidakkah orang kafir memperhatikan bahwa
langit dan bumi tadinya merupakan satu yang padu (menyatu), kemudian kami
memisahkannya dan kami jadikan dari
segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak
juga beriman?
Apa yang telah dikemukan di atas tentang
keterpaduan alam raya kemudian pemisahannya dibenarkan oleh obsevasi para
ilmuan, yaitu observasi Edwin P. Hubble
melalui teropong bintang raksasa pada tahun1929 menunjukkan adanya pemuaian
alam semesta.
Jadi, sains telah mengungkapkan tidak ada
penemuan baru ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diramalkan oleh Al-Qur’an.
Tetapi Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu alam ataupun fisika tetapi Al-Qur’an
adalah kitab petunjuk atau pembimbing untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat,
maka didalamnya terdapat berbagai peunjuk yang berkaitan juga dengan ilmu
pengetahuan.
Dan penalaran yang dibangkitkan Al-Qur’an
lewat berbagai petunjuk pengarahan dan hukum-hukum inilah yang bisa mewujudkan
kebangkitan ilmiah dan menciptakan cendikiawan yang bisa melakukan penelitian
dan inovasi di segala bidang seperti yang telah terjadi pada peradaban Islam
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Mukjizat ada ada dua macam yaitu bersifat
indrawi, yang dapat dijangkau oleh indra dan rasional yang dapat dimengerti
oleh orang yang menggunakan akalnya yaitu Al-Qur’an yang ada disetiap rumah
umat muslim dan setiap hari kita membacanya,ini membuktikan bahwa Al-Qur’an
dipelihara keasliannya oleh Allah dan merupakan mukjizat yang abadi yang
diberikan Allah kepada nabi Muhammad SAW sebagai penyampai risalah-Nya.
Kemukjizatan Al-Qur’an untuk menunjukkan bahwa Al-Qur’an benar-benar wahyu
Allah dan tidak ada ada yang dapat menandingi kemukjizatan Al-Qur’an.
Didalam
Al-Qur’an terdapat segi-segi
kemukjizatan dengan susunan kalimat dan
ungkapan yang mudah dipahami dengan akal
orang awam dan umat muslim pun mendapatkan sesuatu yang dapat memuaskan
pikiran
dan jiwanya secara bersamaan bagi setiap orang yang membacanya dan
Al-Qur’an. Kemukjizatan Al-Qur’an juga meliputi semua perkembangan dan
kemajuan
ilmu pengetahuan.
Kemajuan sains tidak terlepas dari sumbangan
pikiran dan penelitian ilmuwan-ilmuwan muslim yang mana buku-bukunya banyak dipakai oleh univrsitas
dan diterjemahkan kedalam berbagai bahasa.
B. Saran
Setelah apa yang telah dipaparkan didalam
makalah ini, semoga dapat menambah keimanan pemakalah khususnya dan bagi kawan-kawan pada umumnya. Dan
pemakalah meminta saran dan kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
[1]
Zuheldi, Ulumul Qur’an I, (Jakarta: PT Quantum Press, 2003), Cet. ke-1,
h. 171
[2]
M. Quraish Shihab, Mu’jizat al-Qur’an Ditinjau dari Aspek Kebahasaan,
Isyarat Ilmiah dan Pemberitaan Ghaib, (Bandung: Mizan, 1998), Cet. ke- IV,
h. 23
[3]
Hasan Zaini, et al, Ulum
al-Qur’an, (Batusangkar: STAIN Batusangkar Press, 2011), Cet. ke- 2, h. 176
[4] Manna Khalil
al-Qattan, Studi Ilmu-ilmu Qur’an, (PT. Pustaka Litera AntarNusa,
Jakarta : 1994). Hlm. 371
[5] Zuheldi, op.cit.,
h. 175
[6] Yusuf
Al-Qaradhawi, Terjemahan Kaifa Nata’amal Ma’a Al-Qur’an, diterjemahkan
oleh Kathur Suhardi, “Bagaimana Berinteraksi dengan Al-Qur’an”, (Jakarta:
Pustaka Al-Kautsar,2000), h. 28
[7] Zuheldi, op.cit., h. 177
[8] M.Quraish Shihab, op. cit., h. 118-120
[9] Ibid., h. 129
[10] Ibid., h. 134-135
[11] Ibid.,
h. 136
[12] Ibid.,
h.139
[13] Ibid., h. 141-142
[14]
Hasan Zaini, op .cit., h.178
[15] M. Quraish Shihab, op. cit., h. 168-169
[16]
Mahdi Ghulsyani,Terjemahan Filsafat sains menurut al-Qura, diterjemahkan oleh
Agus Efendi, “The Holy Qur’an and Sciences of
nature”, (Mizan: Bandung, 1998), cet. x, h. 139
[17]Ibid., h. 140

assalamu alaikum coba saudari jelaskan bagaimana yg dimaksud degan menentang mereka degan seluruh al Quran itu karna saya belum paham apa itu maksudnya
BalasHapusAss...
BalasHapusSaya ingin bertanya , coba saudari pemakalh jelaskan pengrtian dari i'jazul qur'an itu menurut bahasa pemakalah yang mudah di pahami
Terimaksih
asalamu alaikum coba saudari jelaskan macam macam mukjizat itu dan berikan contohnya sekiyan wasalam
BalasHapusby:maisaroh nasution
Bia dehe so mareppalan ayat2 nai???
BalasHapusassalamu alaikum
BalasHapuscoba saudari jelaskan rosululloh meminta orang arab menandingi dengan tahapan yang 3 itu.
terima kasih
assalamu alaikum
BalasHapuscoba saudari jelaskan rosululloh meminta orang arab menandingi dengan tahapan yang 3 itu.
terima kasih
Assalamualaikum uhty kabir,coba uhty jelaskan I’JAZUL QUR’AN itu wassalam
BalasHapusAssalamualaikum uhty kabir,coba uhty jelaskan I’JAZUL QUR’AN itu wassalam
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusApa faktor penyebab dulu orang Arab meragukan Al-Qur'an di turunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammada SAW.
Jelaskan!
Sekian terima kasih
Wassalam..
assalamu alaikum,coba saudari pemakalah jelaskan apa hubungan al'quran dengan ilmu teknlogi dan berikan contohnya
BalasHapusassalamualaikum ukhty
BalasHapussaya mau bertanya jelaskan pengertian i'jaz menurut bahasa dan istilah dan jelaskan macam-macam mukjizat beserta contohnya
Assalamualikum
BalasHapusPertanyaan saya adalah mengapa para kafir qurasy tetap saja membantah terhadap turunnya al-qur'an sampai ingin menandinginya?
jelaskan pengertian i'jaz menurut bahasa dan istilah dan apa yang dimaksud dengan melemahkan atau menjadikan tidak mampu ?
BalasHapuscoba saudari paparkan apa itu ijaz qur'an???
BalasHapuscoba jelaskan Kemukjizatan Tasyri’???
BalasHapus